Cara kerja

Cara kerja Masjid Media

Dua aplikasi dan satu akun masjid. Masjid Media TV menjalankan layar di ruang salat; aplikasi Masjid Media di ponsel takmir menentukan apa yang tampil di sana. Halaman ini menelusuri setiap langkahnya, layar demi layar.

Yang perlu disiapkan masjid

Tidak ada perangkat khusus. Kalau di ruang salat sudah ada layar, sebagian besarnya sudah tersedia.

Layar yang menjalankan Android TV
Perangkat Android TV, atau televisi apa pun yang dipasangi Android TV box. Masjid Media TV dipasang seperti aplikasi lain dan mengambil alih seluruh layar.
Satu ponsel takmir
Cukup satu ponsel Android untuk menghubungkan TV dan mengelola semuanya setelah itu. Akun yang sama juga bisa dibuka lewat peramban, jadi laptop membantu untuk pekerjaan yang lebih panjang.
Koneksi internet
TV memerlukannya untuk menerima perubahan. Kalau koneksi putus, layar tetap berjalan dengan pengaturan terakhir yang sudah diterimanya.

Langkah demi langkah

Dari dinding kosong sampai layar yang menyala.

1

Daftarkan masjidnya

Nama, alamat, satu titik di peta — lalu menunggu diverifikasi.

2

Buka aplikasinya di TV

Instal Masjid Media TV di Android TV. Layarnya terbuka pada kode pemasangan.

3

Pindai dari ponsel

Arahkan kamera aplikasi ke kode itu. TV menghubungkan dirinya ke masjid.

4

Kelola dari saku Anda

Jadwal salat, teks berjalan, pengumuman — setiap perubahan tiba di layar seketika.

Langkah satu

Daftarkan masjidnya

Takmir memasang aplikasi Masjid Media, masuk ke akunnya, lalu menambahkan masjid: nama, alamat, satu titik di peta, dan narahubung yang bisa kami hubungi.

Masjid itu kemudian diajukan untuk verifikasi dan berstatus menunggu sampai disetujui — inilah yang menjaga direktori tetap bersih dari data ganda dan dari masjid yang tidak benar-benar dikelola siapa pun. Kalau ada yang belum sesuai, kami sampaikan alasannya, dan pengajuannya bisa diperbaiki lalu dikirim ulang.

Menunggu verifikasi Aktif

10:36

Buat masjid

Buat masjid

Masjid baru

Lokasi Gunakan lokasi saat ini

Lintang

-6.914744

Bujur

107.609810

Identitas

Nama

Masjid Al-Hikmah

Alamat

Jl. Cihampelas 41, Bandung

Kontak

Telepon kontak

+6281234567890

Narahubung (takmir)

H. Abdul Karim

Buat

Permohonan terkirim

Kami akan menghubungi +6281234567890 untuk verifikasi. Masjid Anda akan tampil setelah disetujui.

OK

Data contoh — pratinjau antarmuka

Langkah dua

Buka aplikasinya di TV

Instal Masjid Media TV di Android TV masjid lalu buka. Saat pertama dijalankan, aplikasi mendaftarkan dirinya sendiri dan menampilkan layar pemasangan: kode QR di sebelah kiri, dan di sebelah kanan kode unduhan aplikasi pendamping, untuk berjaga kalau ponsel takmir belum memilikinya.

Tidak ada kode yang perlu diketik, dan tidak ada yang perlu masuk akun di televisi — justru itu inti pemasangan lewat cara ini. Akun tetap di ponsel; TV hanya memegang tautan ke satu masjid.

Pasangkan Perangkat Anda

Pindai kode QR ini dengan aplikasi “Masjid Media”

Menunggu penghubungan…

Unduh Aplikasi Pendamping

Pindai untuk mengunduh aplikasi Masjid Media di ponsel Anda

Android

Web

Data contoh — pratinjau antarmuka

Kode berlaku lima belas menit. Kalau habis sebelum sempat dipindai, TV menerbitkan kode baru tanpa diminta dan terus menunggu.

10:36

Pindai QR TV

Arahkan kamera ke kode di layar TV

Terpasang ✓

Data contoh — pratinjau antarmuka

Langkah tiga

Pindai dari ponsel

Di aplikasi, takmir membuka masjidnya, masuk ke perangkat TV, lalu mengarahkan kamera ke layar. Hanya itu proses pemasangannya: TV mengonfirmasi, memuat pengaturan masjid, dan tampilannya langsung menyala.

Hanya pemilik atau admin masjid itu yang bisa memasangkan layar — jamaah biasa tidak bisa, sekalipun kodenya ada di depan mata. Berapa banyak TV yang boleh terpasang sekaligus mengikuti paket masjidnya.

Langkah empat

Kelola dari saku Anda

Sejak titik ini, ponsel adalah ruang kendalinya. Semua yang tampil di layar punya menunya sendiri di halaman masjid, dan setiap perubahan berjalan ke TV lewat koneksi langsung — tanpa memuat ulang, tanpa memasangkan ulang, tanpa kembali ke ruang salat.

Menu yang sama juga tempat masjid mengoper tugas: pemilik bisa mengangkat anggota lain menjadi admin, sehingga layar tetap terurus saat satu orang berhalangan.

10:36

Masjid

Pemilik

Masjid Al-Hikmah

Bandung, Jawa Barat

02

Perangkat TV

05

Acara

31%

Penyimpanan

M01 Ubah masjid
M02 Konfigurasi masjid
M03 Perangkat TV
M04 Anggota
M05 Acara
M06 Pengumuman
M07 Tayangan kiosk
M08 Langganan
M09 Teks berjalan
M10 Bagikan via QR

Data contoh — pratinjau antarmuka

Konfigurasi
Metode perhitungan dan mazhab untuk jadwal salat, koreksi menit tiap waktu, jeda iqamah, berapa lama layar bertahan dalam mode salat, koreksi tanggal Hijriah, dan waktu Jumat tetap untuk masjid yang memakainya.
Teks berjalan
Pesan yang berjalan di bagian bawah layar. Tambahkan, geser untuk mengurutkan, dan matikan salah satunya tanpa harus menghapus.
Tayangan kiosk
Gambar dan video YouTube untuk panel di samping jam, masing-masing dengan urutan tayangnya sendiri dan berapa lama tampil.
Agenda
Kajian dan seluruh isi kalender masjid, sekali jalan atau berulang harian, mingguan, maupun bulanan. Semuanya sampai ke TV sekaligus ke ponsel setiap jamaah yang mengikuti masjid itu.
Pengumuman
Pemberitahuan panjang yang lebih pantas ditulis utuh daripada dipadatkan ke satu baris teks berjalan.
Perangkat TV
Semua layar yang terpasang, bisa diganti namanya, dan bisa dilepas begitu sebuah TV keluar dari ruang salat.
Anggota
Siapa lagi yang boleh mengelola masjid. Pemilik dan admin mengelola; selebihnya mengikuti.
Langganan & penyimpanan
Paket masjid, dan berapa banyak kuota media yang sudah terpakai oleh unggahannya.

Di setiap waktu salat

Layarnya menjaga jadwalnya sendiri.

Tidak ada yang perlu menyentuh TV saat waktu salat tiba. Layar melewati urutan yang sama di setiap waktu, mengikuti jeda yang diatur masjid, lalu kembali ke tampilan biasa dengan sendirinya.

Persiapan Maghrib

04:32

Waktu Maghrib telah tiba

Iqomah dalam

07:00

Luruskan dan rapatkan shaf

10:36

Harap tenang, salat sedang berlangsung.

Data contoh — pratinjau antarmuka

  1. Menjelang azan

    Beberapa menit sebelumnya, tampilan disederhanakan menjadi hitung mundur supaya jamaah tahu apa yang sebentar lagi tiba.

  2. Saat azan

    Layar mengumumkan waktu salatnya dalam ukuran penuh.

  3. Menuju iqamah

    Hitung mundur sepanjang jeda yang dipakai masjid ini antara azan dan salat berjamaah, di bawah ajakan merapatkan saf.

  4. Selama salat

    Semuanya menggelap kecuali jam yang diredupkan, dan layar meminta jamaah menyenyapkan ponsel. Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang menyala terang.

  5. Setelahnya

    Layar kembali ke tampilan biasa dengan sendirinya, dengan hitung mundur yang sudah mengarah ke waktu berikutnya.

Hari Jumat punya penanganannya sendiri: masjid yang salat Jumat pada waktu tetap cukup mengaturnya sekali, dan layar menahan khutbah dalam mode senyap yang sama selama khutbah berlangsung.

Sinkronisasi

Perubahan tiba seketika. Begitu pula putusnya jaringan.

Langsung, bukan menunggu giliran

TV memegang koneksi terbuka ke pengaturan masjid. Satu pesan yang dimatikan di ponsel hilang dari layar pada saat yang sama.

Siap begitu dinyalakan

Pengaturan terakhir yang diterima tersimpan di perangkat, jadi tampilan digambar dari sana begitu TV menyala, lalu disegarkan di latar belakang.

Bertahan saat jaringan mati

Ketika koneksi putus, layar tetap berjalan dengan pengaturan tersimpan itu sampai sehari penuh, dan menyusul sendiri begitu jaringan pulih.

Untuk jamaah

Dan di ponsel jamaahnya

Aplikasi yang dipakai takmir mengelola masjid adalah aplikasi yang sama yang dipakai jamaah untuk mengikutinya: masjid terdekat urut berdasarkan jarak, satu linimasa berisi seluruh agenda dari masjid yang Anda ikuti, dan pengingat sebelum tiap acara dimulai.

Lihat sisi jamaahnya

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah TV perlu akun sendiri?
Tidak. Tidak ada yang masuk akun di televisi. TV hanya memegang pemasangan ke satu masjid, dan melepasnya dari aplikasi sudah cukup untuk memensiunkan sebuah layar.
Bisakah satu masjid menjalankan lebih dari satu layar?
Bisa — ulangi pemasangannya di tiap TV. Berapa yang boleh terpasang sekaligus mengikuti paketnya: satu di Amanah, tiga di Istiqomah, tanpa batas di Kaffah.
Apa yang terjadi kalau internetnya mati?
Layar tetap berjalan dengan pengaturan yang sudah dipegangnya, termasuk jadwal salat, sampai sehari penuh. Sinkronisasinya pulih sendiri saat koneksi kembali, dan apa pun yang diubah dari ponsel selama itu menyusul kemudian.
Apakah jadwal salat harus diketik satu per satu?
Tidak. Jadwalnya dihitung dari lokasi masjid memakai metode perhitungan dan mazhab yang dipilih masjid, lalu ditambah koreksi menit per waktu bila diperlukan.
Apakah semua ini berbayar?
Amanah gratis selamanya dan sudah berupa layar yang utuh: jadwal salat, teks berjalan, dan pengumuman di satu TV. Paket berbayar menambah jumlah layar, kapasitas penyimpanan, dan pilihan tampilan.
Lihat semua paket

Siap menghidupkan layar masjid?

Pasang Masjid Media di ponsel pengurus, pindai QR di layar TV, dan mulai dari paket Amanah tanpa biaya.

Segera hadir di Google Play